Saya menulis perlahan tentang tempat yang ditinggali sebentar: warung pagi, pelabuhan sepi, dan orang-orang yang meminjamkan peta. Mix of Bahasa & English — seperti catatan di tepi buku.
Empat catatan terakhir — sebagian foto, sebagian list belanjaan, sebagian doa kecil agar tidak ketinggalan kereta.
Pagi di warung ikan bakar, sore belajar nama angin dari nelayan. Tidak banyak checklist — hanya jalan kaki sampai kaki lelah.
Juni 2026Woke before the scooters. Sticky rice, quiet courtyards, and a notebook that smelled like incense by day three.
Mei 2026Kota yang selalu memberi alasan untuk melambat. Saya kembali ke gang yang sama, seolah ingin memastikan masih ada.
April 2026A short layover that became three nights. Beach chairs, bánh mì at midnight, and a map drawn on a napkin.
Maret 2026Hal-hal kecil yang biasanya ditulis di pinggir peta — bukan itinerary, tapi pengingat.
Satu jaket tipis selalu cukup. Extra charger jarang. Extra sabar selalu.
Keep small bills for ferries & street fruit. ATMs hide on quiet streets.
Tanya arah ke warung, bukan ke Google. Jawaban biasanya lebih panjang — dan lebih enak.
Bukan aturan keras — hanya kebiasaan yang menyelamatkan mood.
Saya Adinda — penulis lepas dan fotografer amatir yang lebih suka notebook daripada itinerary app. Ada Notes adalah rumah untuk catatan perjalanan saya sejak 2019.
Based between Jakarta and wherever the next cheap ferry goes. Saya menulis dalam campuran ID/EN karena begitu pula cara otak saya menyimpan memori.
Sekali atau dua kali sebulan: satu journey, satu tip, tanpa spam. Seperti kartu pos digital.
Subscribe via email