Saya bikin video, tulisan, dan siaran soal gawai, kebiasaan kerja, dan hal-hal kecil yang bikin hari lebih rapi. Audiensnya kecil tapi betah, dan itu yang bikin brand balik lagi.
Kalau produk kamu enggak masuk salah satu dari ini, biasanya saya tolak. Lebih baik begitu daripada dipaksakan.
Bukan unboxing hari pertama. Saya pakai barangnya minimal enam minggu dulu, lalu cerita apa yang mulai mengganggu setelah bosan dengan yang baru.
Cara menata catatan, kalender, dan tumpukan pekerjaan tanpa harus pindah aplikasi tiap tiga bulan. Ini seri yang paling banyak dibalas lewat email.
Tur meja kerja, tas harian, dan barang yang bertahan lebih dari setahun. Format paling laku di TikTok dan Reels.
Setiap kolaborasi punya halaman detail berisi konteks, format, dan angka lengkap. Klik kartu untuk membaca lebih dalam.
Saya ulas fitur pencarian mereka dalam konteks belanja perlengkapan kerja. Bukan skrip promosi, tapi memang bagian dari video yang membahas cara saya cari barang.
Baca studi kasusFormat tulisan ternyata lebih cocok buat produk mereka. Tiap edisi membahas satu masalah nyata pembaca, produknya muncul sebagai salah satu jalan keluar.
Baca studi kasusMereka kirim satu celana, saya pakai tiap hari dan catat kondisinya tiap minggu. Videonya jujur soal bagian yang cepat pudar, dan justru itu yang bikin komentarnya ramai.
Baca studi kasusData gabungan YouTube Studio, Meta Insights, dan panel newsletter, per Juli 2026. Fokus pada pekerja kreatif dan pengambil keputusan muda di kota besar.
Naskahnya saya tulis sendiri. Kalau ada bagian produk yang saya enggak setuju, saya bilang di depan, bukan disembunyikan.
Cocok buat uji coba pertama sebelum komit ke kampanye besar.
Satu ide dijalankan di semua kanal sekaligus, jadi orang yang sama ketemu pesannya lebih dari satu kali dalam konteks berbeda.
Ceritakan produk, kanal yang kamu bidik, jadwal ideal, dan kisaran anggaran. Saya balas dalam 1–2 hari kerja dengan sudut cerita dan format yang paling masuk akal.